PENGUJIAN PENGGUNAAN SYNGAS HASIL GASIFIKASI BATUBARA SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA GAS ENGINE

Main Article Content

Ade Syafrinaldy

Abstract

Kegiatan pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan syngas hasil produksi Pilot Plant Gasifikasi Batubara di Gresik, Jawa Timur sebagai bahan bakar generator listrik.  Sebagaimana diketahui syngas hasil dari proses gasifikasi batubara dapat dimanfaatkan secara langsung untuk pembangkit listrik dengan bantuan sebuah syngas generator set. Pilot Plant Gasifikasi Batubara yang telah dibangun di Gresik mempunyai gasifier berdiameter 1 m dengan kapasitas konsumsi batubara 150 kg/jam. Umpan sebesar itu diharapkan akan memberikan nilai kalor syngas sebesar 5300 kJ/Nm3 dan produksi syngas sebesar 390 m3/jam.Ini berarti tenaga listrik yang dihasilkan akan setara dengan 580 kW. Generator set yang digunakan dalam pengujian hanya mempunyai  kapasitas daya maksimal  sebesar 200 kWe. Pemilihan kapasitas generator set yang lebih kecil ini dilakukan dengan pertimbangan kemungkinan adanya derating pada power generator, kualitas umpan batubara, kualitas syngas yang dihasilkan, debit syngas dan juga pemakaian batubara hanya sepertiga dari kapasitas maksimum. Hasil yang didapat dari uji kinerja pilot plant menunjukkan bahwa syngas yang dihasilkan oleh gasifier sangatlah mungkin dijadikan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Pengujian pembebanan listrik hingga 72 kW dapat berjalan lancar tanpa fluktuasi voltase yang berlebihan. Syngas yang dihasilkan gasifier dapat memenuhi kriteria gas engine pada generator set, setelah melalui beberapa proses pembersihan, dan dapat dengan mudah memproduksi listrik. Dengan terpenuhinya kriteria bahan bakar gas engine ini maka secara keseluruhan pilot plant gasifikasi batubara dan gas engine dapatlah disebut sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Gasifikasi Batubara (PLTGB)

Article Details

How to Cite
Syafrinaldy, A. (2015). PENGUJIAN PENGGUNAAN SYNGAS HASIL GASIFIKASI BATUBARA SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA GAS ENGINE. Jurnal Energi Dan Lingkungan (Enerlink), 11(1). https://doi.org/10.29122/elk.v11i1.1585
Section
ARTICLE