PENGARUH SUHU TERHADAP PROSES PRODUKSI BIOHIDROGEN DARI HASIL FERMENTASI PALM OIL MILL EFFLUENT (POME)

Main Article Content

Novio Valentino
Zulaicha Dwi Hastuti
Agung Wibowo

Abstract

Hidrogen dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk pembakaran langsung pada mesin atau
sebagai bahan bakar fuel cell yang menghasilkan hampir tidak ada emisi gas rumah kaca ketika
dibakar dengan oksigen. Hidrogen dapat ditambahkan ke Compressed Natural Gas (CNG) untuk
meningkatkan kinerja dan mengurangi polusi. Hidrogen diproduksi dari bahan yang kaya karbohidrat
dari limbah industri dengan proses fermentasi gelap. POME dengan kandungan bahan organik cukup
tinggi sekitar 25.000 – 70.000 mg/L dapat diolah menjadi gas biohidrogen melalui proses fermentasi
gelap dengan melibatkan mikroba. Pengaruh suhu proses fermentasi dipelajari dalam penelitian ini.
Uji preculture dilakukan pada kondisi suhu 37oC dan 55oC. Sludge dan POME diperoleh dari pabruk
kelapa sawit di Bogor. Sludge dilakukan treatment dengan memanaskan apda suhu 90-95oC, selama
90 menit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa suhu 55oC meghasilkan gas yang lebih tinggi
dibandingkan dengan suhu 37oC, masing-masing sebesar 95 ml dan 53 ml. Kecepatan produksi gas
tertinggi terdapat pada waktu inkubasi 24 jam yang kemudian mengalami perlambatan produksi gas
ketika waktu inkubasi 48 jam.
Kata Kunci : POME,hidrogen, fermentasi gelap, preculture

Article Details

How to Cite
Valentino, N., Hastuti, Z. D., & Wibowo, A. (2020). PENGARUH SUHU TERHADAP PROSES PRODUKSI BIOHIDROGEN DARI HASIL FERMENTASI PALM OIL MILL EFFLUENT (POME). Jurnal Energi Dan Lingkungan (Enerlink), 13(2). https://doi.org/10.29122/elk.v13i2.4263
Section
ARTICLE