APLIKASI TEKNOLOGI DESORPSI TERMAL UNTUK REMEDIASI TANAH TERCEMAR MINYAK: STATE OF THE ART

Main Article Content

Dwindrabata Basuki Aviantara
Tuti Suryati

Abstract

Terjadinya pencemaran tanah oleh minyak mentah berkaitan erat dengan kegiatan antropogenik. Memulihkan tanah dari cemaran memerlukan teknologi remediasi salah satunya adalah proses desorpsi termal. Desorpsi termal menghilangkan cemaran dari matriks tanah tercemar, limbah padat/semi padat, sedimen, slurries dan filter cake, dengan cara pemanasan. Pemanasan dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung serta menggunakan bilik statik maupun dinamik. Matriks tercemar yang telah diolah dikumpulkan dan dibiarkan dingin sebelum dibuang sesuai peraturan yang berlaku. Aplikasi desorpsi termal pada tanah tercemar harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu ukuran partikel tidak lebih dari 2 inci, kelengasan dalan kisaran 5 – 35% serta rapatan lindak dalam kisaran 1281 – 1922 kg m-3. Sistem teknologi desorpsi termal mampu mengolah tanah tercemar dengan nilai TPH dalam kisaran 60 – 67.000 mg/kg (rataan = 5.000 mg/kg) secara cepat dan sangkil. Sedangkan hasil dari perlakuan memberikan nilai TPH mulai dari tak terdeteksi sampai dengan 5.500 mg/kg (tipikal dalam kisaran 10 – 100 mg/kg). Hal ini memberikan aras kemangkusan sekitar 95 – 99%. Untuk mengoperasikan sistem desorpsi termal memerlukan dua komponen biaya yaitu biaya tetap (fixed cost) serta biaya satuan (unit cost). Komponen biaya tetap meliputi biaya untuk perencanaan dan perijinan, mobilisasi serta demobilisasi. Sedangkan komponen biaya satuan mencakup variable operating cost, semi variable operating cost serta fixed charge

Article Details

Section
Articles

References

Jurnal Rekayasa Lingkungan