PERBANDINGAN ANTARA EQUATORIAL ATMOSPHERE RADAR DENGAN MIDDLE AND UPPER ATMOSPHERE RADAR DALAM PEMANTAUAN ANGIN ZONAL DAN ANGIN MERIDIONAL

Main Article Content

Eddy Hermawan
Mohamad Husni

Abstract

Pusat Pengetahuan Radio Atmosfer dan Antariksa, Universitas Kyoto, Jepang bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah
membangun suatu radar VHF raksasa yang diberi nama Radar Atmosfer Katulistiwa (EAR) di Kototabang, Bukittinggi, Sumatera Barat. Perhatian utama radar ini adalah untuk meneliti perilaku angin dan turbulensi yang terjadi di lapisan troposfer dan lapisan bawah stratosfer dengan resolusi tinggi dalam waktu dan ketinggian. Beberapa program studi dan penelitian yang berkaitan dengan penggunaan data radar ini sedang direncanakan. Pada makalah ini latar belakang berdirinya EAR, gambaran umum tentang EAR dan MU radar, sistem kerja, hasil awal beroperasinya EAR di Indonesia, khususnya vertikal profil angin zonal dan meridional dikemukakan untuk dibahas.

Radio Science Center for Space and Atmosphere (RASC) of Kyoto University (Japan) together with the Indonesian National Institute of Aeronautic and Space (LAPAN) have been constructed a giant VHF radar, namely Equatorial Atmosphere Radar (EAR) at Kototabang, Bukittinggi, West Sumatera. This radar is mainly concerned to observe winds and turbulence in the troposphere and lower stratosphere with a good time and spatial height resolution. Numerous study and research programs with the EAR are now planed. In this paper the basic idea the contructed of EAR, the general description of EAR and MU radar, working system and an initial observation results of EAR contruction, especially on the vertical profile of zonal and meridional wind velocity are discussed.

Article Details

Section
Articles