PEMANFAATAN DATA SATELIT GMS MULTI KANAL UNTUK KEGIATAN TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA

Main Article Content

Muhamad Djazim Syaifullah
Satyo Nuryanto

Abstract

Intisari

Tulisan ini menyajikan pemanfaatan data satelit GMS (Geostationary Meteorological Satellites) multi kanal untuk informasi perawanan dalam rangka mendukung kegiatan teknologi modifikasi cuaca. Pemanfaatan data satelit meliputi proses pengunduhan data, proses kalibrasi dan visualisasi citra satelit sehingga dapat diinterpretasi. Pemrosesan data satelit juga meliputi jenis dan tipe awan serta ukuran butir awan. Dengan diketahuinya tipe dan jenis awan maka pemilihan target awan dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dapat lebih efektif. Data Satelit GMS yang berupa data PGM untuk berbagai kanal telah dimanfaatkan untuk analisis cuaca dan mendukung pelaksanaan kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Dari analisis beberapa kanal Infra Merah (IR) dapat diperoleh tipe/jenis awan dan ukuran butiran awan yang sangat bermanfaat untuk kepentingan Teknologi Modifikasi Cuaca. Diperlukan pengelolaan data yang lebih intensif baik manajemen data maupun kontinuitas pengunduhan data untuk menjamin kelancaran analisis. Selain itu juga diperlukan validasi lapangan misalnya dengan data radar analisis menjadi semakin akurat.

 

 

Abstract

This paper presents the utilization of GMS (Geostationary Meteorological Satellites) multichannel satellite data for cloud cover information in order to support the activities of weather modification technology or cloud seeding. These utilizations covering the process of data downloading, process calibration and visualization of satellite imagery so that it can be interpreted. Processing of satellite data also includes the type of cloud as well as cloud grain size. By knowing the type of cloud, the cloud target selection in the execution of Weather Modification Technology can be more effective. From the analysis of several Infrared (IR) channels can be obtained type/kind of cloud and grain size of the clouds that are beneficial to the interests of cloud seeding. It is required a more intensive data management and continuity of data download. It is also necessary field validation for example with radar data. The purpose of data management was the data processing became more efficient.

 

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Muhamad Djazim Syaifullah, Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Peneliti Madya, Balai Besar teknologi Modifikasi Cuaca (BB-TMC), BPPT

References

Avia, L.Q., Haryanto, A. (2013). Penentuan Suhu Threshold Awan Hujan di Wilayah Indonesia Berdasarkan Data Satelit MTSAT dan TRMM. Jurnal Sains Dirgantara, 10(2), 82-89.

Avia, L.Q., Susanti, I., Haryanto, A. (2010). Pengaruh ENSO dan IOD Terhadap Pola Curah Hujan Estimasi Satelit Cuaca GMS/MTSAT di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer I. Bandung, 26-38.

Hong, Y., Adler, R., Huffman, G. (2006). Evaluation of the Potential of NASA Multi-Satellite Precipitation Analysis in Global Landslide Hazard Assessment. Geophysical Research Letters, 33, L22402. doi: 10.1029/2006GL028010

Hong, Y., Adler, R.F., Negri, A., Huffman, G.J. (2007). Flood and Landslide Applications of Near Real-time Satellite Rainfall Estimation. Journal of Natural Hazards, 43(2), 285-294. doi: 10.1007/s11069-006-9106-x

Kawamura, H., Qin, H., Sakaida, F., Setiawan, R.Y. (2010). Hourly Sea Surface Temperature Retrieval Using the Japanese Geostationary Satellite, Multi-Functional Transport Satellite (MTSAT). Journal of Oceanography, 66(1), 61-70. doi: 10.1007/s10872-010-0005-0

Maathuis, B.H.P., Gieske, A.S.M., Resios, V., Leeuween, B.v., Mannaerts, C.M., Hendrikse, J.H.M. (2006). Meteosat-8: From Temperatur to Rainfall. ISPRS Technical Commission VII Mid Term Symposium 8-11 May 2006.

Naranjo, L. (2007). Satellite Monitors Rains that Trigger Landslides. Earth Observatory. NASA.

NASDA. (1991). Geostationary Meteorological Satellite-4 (HIMAWARI-4). Technical Brochure Distributed by NASDA.

Parwati., Suwarsono., Yulianto, F., Suprapto, T. (2009). Penentuan Nilai Ambang Batas untuk Potensi Rawan Banjir dari Data MTSAT dan QMorph (Studi Kasus: Banjir Bengawan Solo 2007). Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, 5, 56-63.

Purwalaksana, A.Z., Suaydhi., Waslaluddin. (2015). Otomatisasi dari Hasil Pengamatan Auto Weather Station (AWS) serta Pemanfaatannya dalam Satellite Disaster Early Warning System (SADEWA). Fibusi (JoF), 3(3).

Sagita, N., Prasetya, R. (2013). Analisis Citra Satelit MTSAT dan TRMM Menggunakan Software ER MAPPER, SATAID dan PANOPLY saat Kejadian Curah Hujan Ekstrim di Wilayah Manado 16 Februari 2013. Jurnal Fisika dan Aplikasinya, 9(2), 66-72. doi: 10.12962/j24604682.v9i2.843

Tahir, W., Ibrahim, Z., Ramli, S. (2009). Geostationary Meteorological Satellite-Based Quantitative Rainfall Estimation (GMS-Rain) for Flood Forecasting. Malaysian Journal of Civil Engineering, 21(1), 1-16.

Vicente, G.A. Fernandez-Serdan, J.M., Urunuela, J.J., Rubio, M.A.M., Lobera, P.C. (2001). Satellite Rainfall Estimation for Flash Flood Application: European Basic Auto Estimator Within The Frame of The SAFNWC. Visiting Scientist’s Report, Maryland, 1-17. doi: 10.13140/2.1.1380.6883

Most read articles by the same author(s)