Produksi Bersih Pengolahan Limbah Cair Menggunakan Decanter pada PT Aetra Air Jakarta

Main Article Content

Tatan Sukwika
Said Azmi Muhammad

Abstract

ABSTRACT


Clean water process production by PT Aetra Air Jakarta (AAJ) emits a lot of wastewater. All this time, a sludge drying bed is used for its production activities, where the sludge produced is not proportional to the area and length of drying time, so the unsatisfied sludge is eventually dumped into the water body. In line with the need to improve the quality of operational activities, clean water service providers are trying to create zero waste. They are environmentally friendly through the use of a decanter. The research objective was to determine the amount of sludge treated in the wastewater treatment process and measure water removal efficiency in sludge using a decanter. Methods of data collection through observation and testing of wastewater treatment using a decanter. The decanter treatment process starts from taking the sludge sample before it is processed; the sludge treatment process begins entering the decanter until the sludge is finished processing. The results showed that the average volume of sludge was 24.84 m3, and the water removal efficiency was between 89–91%. The conclusion is that the set inflow rate is directly proportional to TSS while the efficiency of TSS water removal in the sludge is smaller so that the use of a decanter is greater. It recommended that the residual processing sludge be used as raw material for fertilizer production. The Pb and Zn content in the sludge does not exceed the quality standard.


Keywords: decanter, clean production, TSS, sludge volume


 


ABSTRAK


Air bersih yang diproduksi oleh PT Aetra Air Jakarta (AAJ) mengeluarkan banyak limbah cair. Selama ini, kegiatan produksinya digunakan sludge drying bed, dimana lumpur yang dihasilkan tidak sebanding dengan luas dan lamanya waktu pengeringan, sehingga lumpur yang tidak tertampung akhirnya terbuang ke badan air. Seiring kebutuhan perbaikan kualitas kegiatan operasional, penyedia layanan air bersih berupaya menciptakan zero waste dan ramah lingkungan melalui penggunaan decanter. Tujuan penelitian menentukan jumlah lumpur yang diolah pada proses pengolahan limbah cair dan mengukur efisiensi penyisihan air pada limbah lumpur menggunakan alat decanter. Metode pengumpulan data melalui pengamatan dan pengujian pengolahan limbah cair menggunakan decanter. Proses pengolahan decanter dimulai dari pengambilan sampel lumpur sebelum diolah, proses pengolahan lumpur dari awal masuk ke decanter sampai lumpur selesai diolah. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata volume lumpur sebesar 24,84 m3, dan efisiensi penyisihan air antara 89–91%. Kesimpulannya adalah set inflow rate berbanding lurus dengan TSS sedangkan efisiensi penyisihan air TSS pada limbah lumpur semakin kecil sehingga penggunaan decanter menjadi lebih besar. Direkomendasikan agar lumpur sisa pengolahan dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan pupuk dengan syarat kandungan Pb dan Zn dalam lumpur tidak melebihi baku mutu.


Kata kunci: decanter, produksi bersih, TSS, volume lumpur

Article Details

Section
RESEARCH ARTICLES

References

Alrhmoun, M. (2014). Hospital wastewaters treatment: upgrading water systems plans and impact on purifying biomass. Université de Limoges, France.

Anggraeni, D., Sutanhaji, A. T., & Rahadi, B. (2014). Pengaruh volume lumpur aktif dengan proses kontak stabilisasi pada efektivitas pengolahan air limbah industri pengolahan ikan. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 1(3), 6-12.

APHA. (2005). Standard method: The examination of water and wastewater (21st ed.). Washington: American Public Health Association.

Ardila, M. A. A., de Souza, S. T., da Silva, J. L., Valentin, C. A., & Dantas, A. D. B. (2020). Geotextile tube dewatering performance assessment: An experimental study of sludge dewatering generated at a water treatment plant. Sustainability, 12(19), 1-22.

Az-Zahra, S. (2014). Karakteristik kualitas air baku dan lumpur sebagai dasar perencanaan instalasi pengolahan lumpur IPA badak singa PDAM tirtawening kota Bandung. Jurnal Reka Lingkungan, 2(2), 93-102.

Billah, A., Techato, K., & Taweepreda, W. (2020). Energy conversion from wastewater sewage sludge. Asia?Pacific Journal of Chemical Engineering, e2491.

Budi, A. (2012). Pemanfaatan limbah lumpur WTP PT krakatau tirta industri sebagai bahan baku kompos. (Skripsi), Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Cahyadhi, D. (2016). Pemanfaatan limbah lumpur (sludge) wastewater treatment plant PT. X sebagai bahan baku kompos. Jurnal Teknik Mesin Mercu Buana, 5(1), 31-36.

Dantas, A. D. B., & Voltan, P. E. N. (2017). Water treatment methods and techniques (3rd ed.). São Carlos, Brazil: LDiBe.

Eksen, R. (2014). Penentuan kehilangan minyak mentah (CPO) pada limbah padat decanter di pabrik kelapa sawit PT socfindo. (Skripsi), Universitas Sumatra Utara, Medan.

Elmolla, E. S., Ramdass, N., & Malay, C. (2012). Optimization of sequencing batch reactor operating conditions for treatment of high-strength pharmaceutical wastewater. Journal of Environmental Science and Technology, 5(6), 452-459. doi:10.3923/jest.2012.452.459

EPA. (2002). Water treatment manuals: Coagulation, flocculation and clarification. Wexford, Irlandia: Environmental Protection Agency.

Haque, E. A. (2017). Pengolahan air limbah rumah sakit dengan sistem lumpur aktif model SBR skala laboratorium. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

Howe, K. J., Hand, D. W., Crittenden, J. C., Trussell, R. R., & Tchobanoglous, G. (2012). Principle of water treatment. NewJersey: John Wiley & Sons.

Hu, G., Feng, H., He, P., Li, J., Hewage, K., & Sadiq, R. (2020). Comparative life-cycle assessment of traditional and emerging oily sludge treatment approaches. Journal of Cleaner Production, 251, 119594.

Junita, N. (2011). Pengaruh kadar air umpan decanter terhadap pembentukan emulsi pada output decanter. (Skripsi), Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan, Medan.

Khafila, R. I. (2013). Optimasi koagulan pada proses koagulasiflokulasi pengolahan air bersih di PDAM unit Tegal Gede. (Skripsi), Universitas Jember, Jember.

KLH. (2003). Panduan produksi bersih dan sistem manajemen lingkungan untuk usaha/industri kreatif dan menengah. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Kristijarti, A. P., Suharto, I., & Marieanna, M. (2013). Penentuan jenis koagulan dan dosis optimum untuk meningkatkan efisiensi sedimentasi dalam instalasi pengolahan air limbah pabrik jamu X. Research Report-Engineering Science, 2(1), 1-34.

Linawati, M. (2011). Pemodelan separator kontinyu untuk pemisahan biodiesel-gliserol dan biodiesel-air. (Skripsi), Universitas Indonesia, Depok.

Meliasari, E. (2013). Kajian tekno ekonomi industri minyak sawit merah karoten tinggi. (Skripsi), Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Noviana, L., & Sukwika, T. (2020). Pemanfaatan sampah organik sebagai pupuk kompos ramah lingkungan di kelurahan Bhaktijaya Depok. Pengabdian Untukmu Negeri, 4(2), 237-241. doi:10.37859/jpumri.v4i2.2155

Pandapotan, C. D., & Marbun, P. (2017). Pemanfaatan limbah lumpur padat (sludge) pabrik pengolahan kelapa sawit sebagai alternatif penyediaan unsur hara di tanah ultisol: Utilization of solid sewage (sludge) palm oil mills as an alternative supply of nutrients in ultisol. Jurnal Agroekoteknologi, 5(2), 271-276.

Permatasari, T. J., & Apriliani, E. (2013). Optimasi penggunaan koagulan dalam proses penjernihan air. Jurnal Sains dan Seni ITS, 2(1), 6-11.

Permenkes. Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor 32 Tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air untuk keperluan sanitasi, kolam renang, solus per aqua, dan pemandian umum, (2017).

PP. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air, (2001).

Purwanto, J. (2013). Teknologi produksi bersih (Cetakan Pertama ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Safrialdi. (2011). Perbandingan kinerja decanter dengan sludge centrifuge berdasarkan efektifitas pengutipan minyak yang masih terkandung dalam slduge. (Skripsi), Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan, Medan.

SK.Gub-DKIJ. Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 582 Tahun 1995 mengenai baku mutu limbah cair, (1995).

SK.Gub-DKIJ. Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 30 Tahun1999 mengenai perizinan pembuangan limbah cair di DKI Jakarta, (1999).

Sukwika, T., & Noviana, L. (2020). Status keberlanjutan pengelolaan sampah terpadu di TPST-Bantargebang, Bekasi: Menggunakan rapfish dengan R statistik. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(1), 107-118. doi:10.14710/jil.18.1.107-118.

Sukwika, T., & Putra, H. (2018). Analisis sedimentasi dan konsentrasi atmosfer pada zona mangrove di Muaragembong, Bekasi. Jurnal Pengembangan Kota, 6(2), 186-195. doi:10.14710/jpk.6.2.186-195.

Tang, H., Xiao, F., & Wang, D. (2015). Speciation, stability, and coagulation mechanisms of hydroxyl aluminum clusters formed by PACl and alum: A critical review. Advances in Colloid and Interface Science, 226, 78-85. doi:10.1016/j.cis.2015.09.002.

Ummah, M. F., & Herumurti, W. (2018). Pengeringan lumpur ipal biologis pada unit sludge drying bed (SDB). Jurnal Purifikasi, 18(1), 39-48. doi:10.12962/j25983806.v18.i1.36.